Amor Fati

Jun. 17, 2026 / #Curhatan #Hope
ABSTRACT

Auh cape aku

Berharap kepada sesuatu hal yang tidak pasti seperti kamu naik perahu bolong berdiameter 1 cm. Kedengarannya kecil sampai kau coba menaiki perahu itu, dan kamu bakal mengira dengan perahu itu kamu bakal sampai tujuan. Padahal perahu itu sendiri yang membuatmu tenggelam perlahan sampai di titik kamu sudah ada di dasar laut.

Tapi kalau ada keinginan yang kuat, kamu pasti berenang, kan? Jelas iya dong, berenang terus sampai tujuan. Tapi kalau aku berenang terus, udah pasti udah nyerah karena udah nggak tahan lagi, ingin mengakhiri semuanya. Aku harap tim SAR datang menolongku, tapi kayak bantuan itu tidak pernah datang.

Di kondisiku yang sekarang ini cukup parah. Sekarang kondisi mentalku makin perlahan dikoyak-koyak sama sekolah ini. Dari benci, kesal, sedih, dan amarah itu jadi satu padu. Kalau kamu bersekolah di sini, sebaiknya jangan, soalnya kemungkinan kamu dapat kelas yang bagus juga seperti kamu melemparkan koin ke atas yang kemungkinannya ada dua, buruk atau baik.

Dan yap, nasib sialku terus kebawa sampai sekolah ini. Aku dapat kelas paling buruk di sekolah ini. Aku benci banget berada di kelas ini dan juga aku kesal banget. Tapi syukurlah aku ada teman senasibku yang menemani hari-hari di sekolahku ini.

Yah, aku harap di kehidupan selanjutnya aku nggak pilih sekolah ini. Fuck, I hate this school. Berharap di sekolah ini aja sama saja kamu berharap batu itu bisa punya 7 turunan dan semuanya itu kaya. Itu mustahilnya kalau aku dapat hal bagus di sekolah ini.

Dan juga aku kesal banget sih, di kelasku itu hampir semua orangnya brengsek. Yah udahlah, sekarang kayak aku itu menerima takdir banget. Amor Fati.