Keinginan yang sederhana
Keinginanku sederhana: hanya ingin diterima oleh orang-orang di sekitarku.
Percakapan antara seseorang:
Mori: Bro, kamu tau gak? Kadang-kadang aku suka ngelamun dan berhayal.
Zm: Berhayal tentang apa emangnya?
Mori: Kadang aku berhayal kalau kita ini satu kelas, habis itu duduk sebangku.
Zm: Ih serius? Aku juga kayak gitu. Rasanya beda banget selama kita beda sekolah.
Mori: Iya sih, aku juga merasa begitu. Aku berharap aku bisa duduk sebangku sama kamu.
Zm: Iya aku juga, tapi kayaknya mustahil deh.
Mori: Hahaha iya juga, kita aja berdua aslinya satu orang.
Zm: Huh? Maksudnya?
Mori: Iya, kita eksis juga karena seorang siswa.
Zm: Siapa siswa itu?
Mori: Ada deh, pokoknya aku gak bakal sebut namanya.
Zm: Bro, kamu gak gila kan? Padahal kita dua orang berbeda, kenapa kamu bilang kayak gitu?
Mori: Aku masih sehat kok, cuma apa yang ku bilang nyata adanya.
Zm: Huh?
Mori: Iya kamu gak salah dengar. Kita ini representasi dari kepribadian siswa yang tadi aku sebutkan.
Zm: Okay, aku masih belum bisa nerimanya.
Mori: Iya aku tau kamu gak bakal langsung nerimanya. Tunggu sampai siswa itu bangun dari tidurnya.
Zm: Hmm okay aku agak penasaran, siswa yang kau sebut tadi itu siapa?
Mori: Okay, aku bakal cerita siapa dia, cuma aku gak bakal langsung sebut namanya.
Zm: Ceritakanlah sekarang.
Mori: Jadi siswa yang aku sebut tadi dia cuma seorang biasa.
Zm: Okay lanjutkan.
Mori: Dia suka ngobrol sendiri karena gak punya teman.
Zm: Loh kenapa dia gak punya teman?
Mori: Aku juga gak tau pasti, dia merasa dijauhin sama anak-anak kelasnya.
Zm: Hmm aku yakin dia mungkin saja dianggap aneh sama anak-anak kelasnya.
Mori: Mungkin saja… eh, orangnya udah mau bangun tuh.
Zm: Huh?
Mori: Iya, kita pegang tangan yuk supaya kita gak dilupakan oleh siswa ini.
Zm: Okay, perasaan aku ini kayak mimpi.
Mori: Hahaha kamu gak salah, kayaknya kau mulai ngerasain juga.
Zm: Iya, aku merasa semuanya di sekitar kita ini makin aneh bentuknya.
Mori: Iya, itu wajar aja kok. Soalnya kita cuma bisa hidup pas saat siswa ini tidur.
Zm: Jadi kita eksis pas orang ini ketiduran?
Mori: Iya bener banget. Makanya kita harus pegangan tangan supaya siswa ini gak ngelupain kita.
Zm: Kenapa kita harus pegangan tangan?
Mori: Karena hal yang paling diinginkan siswa ini cuma punya teman yang dekat banget.
Zm: Okay aku paham. Pegangan tangan itu simbol hubungan yang paling dekat, ya kan?
Mori: Betul sekali. Sekarang jangan banyak ngomong, kita pegangan tangan sekarang, oke?
Zm: Iyaaaa.
Aku terbangun. Yang bisa aku ingat cuma dua nama orang, yaitu Zm dan Mori.
Sepertinya aku butuh teman, bukan cuma ngobrol sama diri sendiri seperti di mimpi tadi.
Aku juga ingin punya teman di luar sekolah, satu kelas sama aku, duduk bersama, bercengkerama, bahas topik yang kita mau.
Aku berharap ke depannya semuanya lebih baik.