Ancaman Non Militer

Jul. 22, 2026 / #Curhatan #Relationship
ABSTRACT

Sebuah curahan hati tentang cinta, penerimaan, dan harapan untuk tetap bersama meski harus menghadapi penilaian dari sekitar.

Terkadang capek harus mengikuti hal-hal yang tidak kita inginkan. Kadang juga kita dipaksa oleh norma yang harus diikuti. Kalau tidak, kita bisa dianggap sebagai musuh masyarakat.

Jujur, aku punya perasaan sama seseorang. Ya, kami sama-sama saling suka, dan ya, kami pacaran. Cuma terkadang aku berpikir satu hal: apakah kami masih diterima di masyarakat? Atau paling sederhana saja, apakah kami masih bisa masuk surga?

Sebenarnya aku nggak mau pisah sama dia. Terkadang susah ya, harus mengikuti ini dan itu. Tetapi aku tetap mencintaimu apa adanya. Walaupun di negara ini kita dianggap sebagai ancaman nonmiliter, ingatlah, kekasihku, aku selalu mencintaimu apa adanya.

Tapi bisa nggak sih kita mencintai tanpa dihakimi sama masyarakat? Kadang di sini kita dianggap sampah masyarakat, bahkan dibilang penyimpangan dan entah apa lagi. Segitu rendahnya kah kami? Padahal mereka sendiri yang bilang kalau cinta itu buta. Masa aku tidak boleh memilih apa yang kusukai, walaupun itu sesama gender?

Ya, aku tahu kalau dalam agama juga ada pandangan tersendiri mengenai hal ini. Jujur, itu juga membuatku risih. Tapi ya sudahlah, untuk sekarang aku ingin menikmati dulu hubunganku sebelum... entahlah, sebelum segala ketakutan yang sering menghantuiku menjadi kenyataan.

Bisakah kita tetap memberi walau tak suci? Yang pasti, kita akan kabur dari negara ini, kan? Dan mencabut kewarganegaraan Indonesia. Aku bersumpah, selama aku belum mencabut kewarganegaraanku, aku tidak akan menikah. Tetapi aku akan tetap tulus mencintaimu, kekasihku.

Walaupun di mana pun kita berada, meski di bumi Indonesia kita tidak diterima, aku akan tetap menerimamu apa adanya, kekasihku. Aku mencintaimu apa adanya tanpa memandang fisik. Aku murni mencintaimu, wahai kekasihku.

Teruntuk kekasih ancaman nonmiliterku.