NO LONGER HUMAN Part One

Mar. 26, 2026 / #Literature #Review
ABSTRACT

Halo yall gue bahas satu bab aja dulu karena belum habis aku bacanya

Review ini berdasarkan opini pribadi dan apa yang aku rasakan saat membaca bukunya.

Halo semuanya, kali ini aku mau bahas buku karya Osamu Dazai yang judulnya NO LONGER HUMAN. Walaupun aku bacanya baru satu bab, tapi aku bisa simpulkan kalau jalan cerita karakter utamanya ini lumayan cukup tragis. Kalau aku bandingkan sama buku Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati, menurut aku MC dari kedua buku ini memiliki masalah yang hampir sama. Mungkin nanti aku bahas Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati sebagai perbandingan aja.

Yang membedakan keduanya menurut aku adalah, kalau karakter utama dari Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati masih ada keinginan untuk hidup, sedangkan MC NO LONGER HUMAN seperti tidak memiliki harapan untuk melanjutkan hidupnya sama sekali dan bahkan menganggap dirinya bukan manusia.

Menurut aku, MC NO LONGER HUMAN ini terlalu overthinking, tapi di sisi lain kehidupan sosialnya juga memang nggak bagus. Dia harus jadi badut supaya bisa berinteraksi sama manusia, dan dia pernah bilang "My life was nothing but a series of shame." Aku yakin kalau seseorang bisa bilang kayak gitu, pasti udah melalui banyak hal berat.

Hal yang paling nggak aku suka dari MCnya ini adalah kebiasaan jadi badut itu. Kenapa? Karena buat apa jadi badut kalau orang lain cuma menertawakanmu? Aku ngerti itu salah satu cara dia berinteraksi di kehidupan sosialnya, tapi menurut aku menjadi badut bukanlah cara yang paling baik untuk mengenalkan diri sendiri di depan publik.

Kalau ada kesalahan dalam review ini mohon maaf, soalnya aku harus mencerna isi bukunya dua kali karena aku baca NO LONGER HUMAN versi terjemahan bahasa Inggris. Kadang ada kalimat yang susah dipahami, tapi kesimpulannya buku ini bagus banget buat dibaca, terutama kalau kalian suka sastra Jepang. Segitu dulu review buku kali ini dari aku.

Oke guys, see you next time!